Sabtu, 12 Maret 2011

#Pelor Jiwa#

Terurai linangan air dari mata yang telah rabun
Membawa hidup malam pada sebuah kesenjangan
Datang dan silih bergantinya waktu yang begitu cepat
Membuat diri lupa akan sang maha dari segala maha.
            Terlintas sesal dari hati yang telah rapuh
            Terjerembab pada kegundahan rimba hidup
            Kala ku mengerti mengapa semua ini terjadi
            Teramat bodoh bagi diri yang tak mengubahnya
Bakar dan bakar api semangat kehidupan
Biarkan membara menjadi pecutan pelor jiwa
Senapan panjang yang menjadi tonggak dalam perang
Ku letus untuk melawan musuh yang menghadang
            Adakah kasih suci masalah padaku
            Jangan jadikan diri ini menjadi makhluk dalam kurungan
            Satu kata “bisa” yang selalu dikecamkan
            Kata “menyerah” yang untuk di lawan. (Dj-SEBAR)
           
Terurai linangan air dari mata yang telah rabun
Membawa hidup malam pada sebuah kesenjangan
Datang dan silih bergantinya waktu yang begitu cepat
Membuat diri lupa akan sang maha dari segala maha.
            Terlintas sesal dari hati yang telah rapuh
            Terjerembab pada kegundahan rimba hidup
            Kala ku mengerti mengapa semua ini terjadi
            Teramat bodoh bagi diri yang tak mengubahnya
Bakar dan bakar api semangat kehidupan
Biarkan membara menjadi pecutan pelor jiwa
Senapan panjang yang menjadi tonggak dalam perang
Ku letus untuk melawan musuh yang menghadang
            Adakah kasih suci masalah padaku
            Jangan jadikan diri ini menjadi makhluk dalam kurungan
            Satu kata “bisa” yang selalu dikecamkan
            Kata “menyerah” yang untuk di lawan. (Dj-SEBAR)
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar